header-photo

Wow, Kab. Banjarnegara Didapuk Jadi Sentra Perikanan Budidaya Berbasis Minapolitan!

Produksi perikanan budidaya di Banjarnegara dalam 5 tahun terakhir cukup menggembirakan

16 Maret 2015 11:04 WIB


Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto (tengah) berkunjung ke sentra budidaya Gurame di Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah


BANJARNEGARA, JITUNEWS.COM - Pengembangan sentra perikanan budidaya melalui pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya telah berhasil meningkatkan perekonomian daerah dengan mengandalkan usaha budidaya perikanan. Salah satu kawasan minapolitan yang menonjol dan berhasil meraih penghargaan Juara I Adibakti Mina Bahari 2015 Kategori Pengembangan Kawasan Minapolitan Perikanan Budidaya adalah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, komoditas budidaya air tawar yang menjadi unggulan di Banjarnegara seperti Gurame, Nila, Lele, Mas dan Patin telah berkontribusi meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan menyerap tenaga kerja. Bahkan Benih Gurame dari Banjarnegara sudah digunakan di daerah lain untuk dibudidayakan seperti Lampung, Jawa Barat dan juga Jawa Timur.
Lebih jauh Slamet mengatakan bahwa produksi perikanan budidaya di Kabupaten Banjarnegara selama kurun waktu lima tahun terakhir cukup menggembirakan.

“Terjadi peningkatan produksi yang cukup signifikan yang mencapai hampir tiga kali lipat, yaitu dari 5.393,25 ton pada tahun 2010 menjadi 14.846,56 ton pada 2014 (data sementara). Ini juga sebagai bukti bahwa dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan dalam mengembangkan perikanan budidaya di wilayahnya. Melalui pengembangan kawasan MInapolitan di Kab. Banjarnegara, perikanan budidaya dapat diandalkan untuk mengembangkan perekonomian daerah”, kata Slamet. Ia juga menambahkan bahwa sesuai arahan Menteri KP, perikanan budidaya jangan hanya sebagai pendukung ketahanan pangan dan gizi tetapi juga sebagai sumber pendapatan atau bisnis
Untuk meningkatkan margin usaha budidaya perikanan, khususnya untuk pembudidaya komoditas air tawar seperti di Banjarnegara, salah satunya dengan menekan biaya produksi dari pakan. Slamet menambahkan, bahwa saat ini perikanan budidaya harus menuju ke arah yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. Kemandirian akan terus didorong untuk terus mendukung ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan.
“Sesuai arahan Ibu Susi, bahwa kemandirian ini akan mendorong peningkatan kesejahteraan pembudidaya. Karena kita di tuntut untuk swasembada baik dari segi benih, induk maupun produk perikanan budidaya. Yang pada akhirnya akan mendorong perekonomian daerah dan juga secara tidak langsung meningkatkan kesejahteraan pembudidaya”, terang Slamet.
Produk perikanan budidaya juga diharapkan mampu bersaing dengan produk asing karena adanya pasar regional ASEAN. Disamping itu semua, usaha perikanan budidaya diharapkan harus memperhatikan lingkungan sekitarnya sehingga mampu di usahakan secara terus menerus. (djpb-kkp)

0 komentar:

Posting Komentar